Pernahkah terbayang, menikmati kelezatan mangga tanpa susah mengupas kulitnya dengan pisau? Kita tidak sedang menghayal, karena peneliti Indonesia sudah bisa mengembangkan buah varietas baru yang disebut mangga pisang. Jika tak mampu membayangkan, datang saja langsung ke Kebun Percobaan Cukurgondang, di Kecamatan Grati, Pasuruan, Jawa Timur.

Jangan salah. Meski namanya mangga pisang, mangga yang diberi nama asli Agri Gardina ini bukan perkawinan silang mangga dengan pisang, tapi persilangan mangga arummanis dengan mangga saigon. Dinamakan mangga pisang karena begitu dipetik, bisa dikupas seperti dan langsung makan seperti pisang. Ujurannya kecil, sekitar 175 gram per buah.

Tak mudah melahirkan varietas ini, butuh ketekunan selama 12 tahun (2013-2014) bagi para peneliti Badan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian mewujudkan mangga impian banyak orang itu. Bagaimana tidak, mangga ini tidak terlalu besar, tapi punya kualitas yang merangkum mangga aromatik yang harum dan manis, sekaligus mangga eksotik yang enak dipandang baik warna maupun bentuknya.

Peneliti Balitbangtan yang mengepalai penelitian mangga ini, Rebin menyatakan mangga ini sangat cocok untuk agrowisata. “Wisatawan bisa memetik mangga, langsung dimakan karena mengupasnya mudah sekali. Seperti mengupas pisang,” kata di lokasi Rebin pada Sabtu (1/12/2018)

Tak cukup mencicipi suguhan, anda juga bisa melihat langsung pengembangan mangga pisang di kebun. Selain bisa ditanam di tanah seperti pada umumnya, mangga ini bahkan terlihat berbuah lebat walau media tanamnya hanya berupa pot. Padahal biasanya sebagai tanaman keras, akar yang besar magga harus langsung kena tanah.

“Hanya butuh sekitar satu tahun, bibit yang ditanam sudah bisa berbuah. Lebih cepat dibanding mangga pada umumnya yang butuh tiga tahun bahkan lebih,” ujar Rebin. “Kelebihan lain adalah, meski pucuknya dipotong untuk dijadikan bibit, batang yang telah dipotong bahkan tetap bisa menghasilkan bunga,” tambahnya dengan antusias.

Jalan Panjang Melahirkan Mangga Unggulan

Pengembangan varietas unggul tanaman mangga, seperti mangga pisang, memang tugas utama dari Kebun Percobaan Cukurgondang ini. Dengan koleksi sebanyak 208 jenis mangga, ditambah 165 varietas hasil persilangan serta 105 koleksi baru, kebun ini tak lain merupakan kebun koleksi plasma nutfah mangga terlengkap di Asia Tenggara dengan jenis pohon dari beberala benua: Asia, Amerika, Australia.

Karenanya, kebun seluas 13,02 hektare ini tidak hanya mengoleksi tetapi juga menyediakan kesempatan untuk pengembangan varietas baru yang lebih luas. Kepala Kebun Percobaan Cukurgondang, Endriyanto menerangkan koleksi yang sangat kaya tersebut menjadi modal buat peneliti.

“Selain mangga pisang, kita juga punya varietas mangga lain yang menarik untuk dikembangkan seperti mangga Garifta Merah, Garifta Oranye, dan Garifta Kuning,” tukas Endriyanto.

Di kebun yang didirikan sejak zaman Belanda itu, mangga varietas baru mulai bersemi diantara pohon mangga berusia 77 tahun, baik lokal maupun manca negara. Sejumlah pohon mangga disilangkan satu sama lain dengan metode sambung pucuk, yakni menyambung tangkai mangga jenis tertentu, dengan batang mangga lain untuk menghasilkan jenis mannga yang unik.

Untuk pengembangan varietas baru seperti mangga pisang, Endriyanto sudah mendengar kabar bahwa varietas ini cukup adaptif. “Hasil tanam di beberapa daerah yang diantaranya yang tinggi, seperti di Cimahi dan Solok terbukti memiliki rasa yang sama dengan Cukurgondang. Padahal biasanya jika ditanam di lahan yang lebih jauh dari laut rasanya akan lebih asam,” terangnya.

Mangga pisang ini juga sudah dilirik beberapa negara seperti Selandia Baru, Perancis dan beberapa negara lain. “Mereka meminta buah dan bibitnya, tapi karena masih tahap pengembangan dan populasi tanam belum luas, sehingga belum dalam sekala ekonomi belum bisa memenuhi,” papar Endriyanto.

Yang lebih menggembirakan, Kebun Percobaan Cukurgondang membagikan 21.000 batang bibit mangga pisang kepada petani tahun ini, dan diharapkan mampu berkembang menjadi sklala industri kedepan. Bayangkan, sudah rasa, aroma, tampilannya enak, menanamnya mudah, masih difasilitasi pemerintah pula.