Mamuju,30/11/2018- Untuk meningkatkan produktivitas jagung di Provinsi Sulawesi Barat khususnya di Kecamatan Papalang Kab.Mamuju,Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Temu lapang usahatani jagung yang bertempat di Kantor Camat Papalang, Kab. Mamuju. Acara temu lapang dihadiri oleh Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, BPSB, BPP Papalang, BPP Sampaga, BPP Kalukku, Anggota Komisi II DPR Provinsi Sulawesi Barat, Ketua Kelompok Tani dan anggota se Kecamatan Papalang.

BPTP Balitbangtan diminta sebagai narasumber dalam acara temu lapang tersebut. Materi yang disampaikan adalah Inovasi Teknologi Peningkatan Produksi Jagung Mendukung Upsus Pajale di Sulawesi Barat yang dibawakan oleh Bapak Marthen selaku peneliti senior .

Dikemukakan dalam presentasi materi bahwa salah satu hal yang penting dan utama dalam budidaya jagung adalah penggunaan benih bermutu dan benih unggul, disamping teknologi budidaya lainnya seperti penyiapan lahan, sistem tanam jajar legowo dengan populasi optimum, pemupukan yang berimbang dan pemeliharaan lainnya seperti pengendalian gulma, OPT, pengairan dan penanganan panen dan pasca panen. Bima 19 dan 20 URI serta Nasa 29 merupakan varietas unggul dengan potensi hasil di atas 10 t/ha dapat dicapai jika teknologi budidayanya dilakukan secara optimum.

Narasumber lainnya adalah dari Dinas Pertanian Provinsi terkait kebijakan pembangunan pertanian di Sulbar dan dari bidang penyuluhan menyoroti kelembagaan kelompok tani dan penyuluh. Dalam acara tersebut juga disampaikan anggota komisi II DPR Provinsi terkait mutu benih yang masuk ke Sulbar, sehingga Dinas Pertanian Provinsi harus lebih memperhatikan selain peran aktif dari petani dan penyuluh setempat.

Dalam sesi diskusi beberapa hal penting yang disampaikan oleh kelompok tani/petani antara lain mutu benih jagung yang tidak baik terutama varietas JH, keterlambatan pupuk, harga jagung yang tidak stabil. Petani mengharapkan bantuan benih hendaknya yang bermutu sesuai dengan rekomendasi setempat.

Di akhir sesi diskusi disampaikan oleh anggota komisi II agar pertemuan semacam ini hendaknya tetap dilakukan untuk menjaring informasi, Dinas Pertanian segera membuat menu dan proposal terkait kebutuhan para petani untuk diusulkan terkait benih, menindaklanjuti pupuk yang diduga palsu, stabilisasi harga akan dikomunikasikan dengan perdagangan dan juga rencana beliau untuk pembibitan kelapa genjah.